memaafkan
suatu hari seorang pria yg telah banyak membuat kesalahan datang kehadapan seorang bijak dengan harapan bisa diberi petunjuk bagaimana memperbaiki semua kesalahan-kesalahannya itu dan tidak mengulanginya lagi...
" guru...saya mempunyai banyak dosa,
saya sering menfitnah, membohongi dan menggosipkan orang lain dengan banyak hal-hal yg buruk,,,
sekarang saya menyesal dan ingin memohon maaf lahir dan batin, bagaimana caranya agar Tuhan dan mereka yg saya sakiti itu mau memaaafkan semua kesalahan saya ,,? "
mendengar hal itu sang bijak berkata
"baiklah... kalau begitu tolong kau ambil bantal yg ada di tempat tidurku kemudian bawalah ke alun-alun kota dan se sampai disana bukalah bantal itu sampai bulu-bulu ayam dan kapas yg ada di dalamnya keluar tertiup angin, itulah bentuk hukuman atas kata-kata jahat yg keluar dari mulutmu... "
meski kebingungan toh akhirnya ia menjalani hukuman yg diperintahkan kepadanya,,, di alun-alun ia membuka bantal dan dalam sekejap bulu ayam dan kapas berterbangan tertiup angin.... setelah selesei melakukan hukuman itu ia kembali menghadap sang bijak dan bertanya " saya telah melakukan apa yg guru perintahkan,apakah itu berarti sekarang saya telah di ampuni guru ? ,,,, mendengar hal itu bapak tua yg bijak menggelengkan kepala dan berkata " kamu belum dapat pengampunan,
kamu baru menjalankan separuh hukumanmu, kini kembalilah ke alun-alun dan pungutlah kembali bulu-bulu ayam yg tadi berterbangan tertiup angin "
- " tidak peduli berapa kali kita memohon maaf, kata-kata yg pernah keluar dari mulut kita akan menggema selamanya
memang sebuah permintaan maaf bisa mengobati banyak hal,,,, namun agaknya kita juga harus mengingat bahwa semua itu tidak ada artinya saat kita mengulangi kesalahan itu kembali "
Komentar
Posting Komentar